Seorang warga Indonesia meninggal dan karena amal perbuatannya buruk lalu ia dikirim menuju ke neraka. Di sana ia mendapatkan bahwa ternyata neraka itu berbeda-beda bagi tiap negara asal.
Pertama ia ke neraka orang-orang Inggris dan bertanya kpd orang-orang Inggris disitu: "Kalian diapain sini?"
Orang Inggris menjawab: "Pertama-tama, kita didudukan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu, setan Inggris muncul dan memecut kita sepanjang sisa hari."
Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si orang Indonesia menuju ke neraka lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS, neraka Israel, neraka Rusia dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa ke semua neraka-neraka itu kurang-lebih mirip dengan neraka orang Inggris.
Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia sendiri, dan melihat antrian sangat sangat panjangnya yang terdiri dari orang berbagai bagai Negara (tidak cuman orang Indonesia saja) yang menunggu giliran untuk masuk neraka Indonesia.
Dengan tercengang ia bertanya kepada yang ngantri: "Apa yang akan dilakukan di sini?"
Ia memperoleh jawaban: "Pertama-tama, kita didudukan diatas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu setan Indonesia muncul dan memecut kita sepanjang hari."
"Tapi itu kan persis sama dengan neraka-neraka yang lain toh. Kenapa dong begitu banyak orang ngantri untuk masuk ke sini?"
"Di sini service-nya sangat sangat buruk, kursi listriknya nggak nyala, karena harga listrik naik terlalu tinggi dan sering mati, kursi pakunya nggak ada, jadi tinggal pakunya aja ukurannya kecil kecil pula, karena kursinya sering diperebutkan, bensinnya juga nggak ada tuh, karena harganya melambung tinggi, malah awal tahun 2008 mau naik lagi, dan setannya adalah mantan pegawai negeri, jadi ia cuma datang, tanda tangan absensi, lalu pulang."
dari milist Manager-Indonesia
Sedikit Kebaikan yang Tersisa
Diposting oleh Haryo | 1:26 AM | Beautifull Life, Personal | 0 komentar »Sedikit cerita saat saya pulang beberapa waktu yang lalu.. Singkat cerita..sampai di Jogja, saya benar-benar seperti orang bodoh –asline memang bodoh sih!- ternyata banyak yang sudah berubah! Saat itu saya berangkat dari
Nah.. inilah
Thingg tong! Akhirnya ketemu juga cara untung-untungan… ntar duduk aja di deket para calo ‘n preman terminal… khan pastinya ada yg ngajak ngomong!
Habis dari toilet.. seperti rencana semula.. saya siapkan sebatang Dji Sam Soe kesukaan saya sambil duduk di koridor terminal.. dan seperti dugaan saya, belum sampai
“Badhe tindak pundi mas? (“Mau pergi kemana mas?” –Red) tanya si bapak sambil tersenyum.
“Badhe bidhal Purworejo Pak! Nenggo wektu rumiyin..” (“Mau pergi ke Purworejo Pak! Nunggu waktu dulu..”) jawab saya dengan seulas senyuman terindah diantara beribu senyuman saya yang ternyata sama sekali tidak indah… he he he…..
Itu alasan saya! Nunggu waktu!! Saya sengaja ngulur omongan untuk ngga tanya langsung ke dia, mesti ke bagian mana untuk nyari bus yang menuju ke
“Lha nika bus sing bidhal Purworejo pun badhe mangkat mas! Paling nggih sekedap malih!” (“Lha itu bus yang menuju Purworejo sudah mau berangkat mas! Paling ya sebentar lagi!”) kata si bapak sambil menunjuk ke kerumunan bus di seberang bangunan tempat saya duduk.
Ooo.. itu ternyata.. Dalam hati, saya berteriak kegirangan! He he he.. dapat juga akhirnya! Ternyata dewi keberuntungan masih sayang dengan saya.
“Oo..nggih Pak.. mangke mawon.. niki taksih nenggo kok” (“Oo..iya Pak.. nanti saja.. ini masih menunggu kok”) Jawab saya. Tetap aja jaga gengsi.. biar ngga keliatan klo sebenarnya ngga tahu! He he he..
“Nggih pun.. monggo mas. Nek badhe bidhal, ngagem bus sing nika mawon mas.. cepet bis’e” (Ya sudah.. mari mas. Kalau mau berangkat, pakai bus yang itu saja mas.. busnya cepat”) kata si bapak sambil menunjuk salah satu bus, sembari melangkah pergi.
“Nggih pak.. maturnuwun” (“Iya pak.. terimasih”) Jawab saya.
Sambil meneruskan hisapan rokok, saya berpikir.. ini keberhasilan strategi saya (rasanya bukan!) atau ini keberuntungan saya.. atau karena ternyata di dunia ini masih banyak orang yang baik (seperti si bapak tadi) yang peduli dengan orang lain walaupun untuk sekedar menyapa…
Tapi satu hal yang saya tahu… jangan pernah seperti saya yang ngga mau bertanya untuk sekedar jaga gengsi, karena keberuntungan ngga selalu berpihak pada kita.. dan ngga semua orang peduli dengan orang lain.. walaupun saya berharap semoga saja masih banyak orang baik yang mau memberikan sedikit kebaikan dengan memberikan senyuman atau sapaan pada orang lain.
Posted by: "Erwin Arianto" erwinarianto@gmail.com
Wed Jan 30, 2008 2:09 am (PST)
Saya mendapat tugas melakukan interview, dan dari seorang yang saya interview saya mendapat dia berkata saya memiliki, integritas, karena siap menjadi auditor yang handal, dan saya tertarik dengan kata integritas, sdikit pemahaman saya tentang integritas
Kita semua pasti memiliki kelemahan. Persoalannya, tidak semua orang mampu menyadarinya. Malahan kelemahan pribadi seperti sulit menerima kekalahan dan gampang tersinggung acapkali ditutupi dengan pola pembelaan diri atau pola konfrontasi baik secara kasat mata maupun tidak.
Lalu, selain memiliki kelemahan, kita semua pasti memiliki kekuatan, keunggulan atau kelebihan dibandingkan dengan orang lain. Kekuatan tersebut merupakan "modal" yang patut dibanggakan dan disumbangkan bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Pada titik pemahaman ini, apakah kita benar-benar sudah memiliki integritas diri. Apakah kita sudah secara hakiki menjadi pribadi yang utuh? Makna integritas diri perlu kita tegaskan lagi. Pribadi yang utuh niscaya mampu mencintai orang lain dengan cinta agape , karena orang lain adalah sesama makhluk Tuhan. Ia pasti tegas pada nilai atau prinsip sebagai insan beriman.
Juga, ia berani mengakui kelemahan dan kelebihan yang dimilikinya. Jika dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa mencintai sesama manusia namun tidak tegas menolak ajakan melakukan kesalahan atau penyimpangan, berarti diri kita tidak berfungsi secara utuh.
Demikian pula sebaliknya, kita tegas terhadap nilai, namun kehilangan cinta, semuanya akan sia-sia. Jika kita bisa mengakui keunggulan kita dan orang lain, tetapi tidak berani mengakui kelemahan kita, akan terjadi ketimpangan dan "cacat" pribadi yaitu tidak seimbang. Maka yang terpenting adalah mencoba menyadari apakah diri kita sudah berjalan secara utuh. Kita seyogiyanya mengkondisikan hati untuk melakukan penyadaran diri dalam diri kita.
Sekali lagi, hakikat pribadi yang utuh mempunyai makna yaitu penyadaran (conscientization) akan keberadaan cinta, ketegasan, kelemahan dan kekuatan yang niscaya diungkapkan, dialami dan dijalani dalam kehidupan bersama.Penyadaran akan unsur-unsur dalam diri kita berarti: kita dengan suasana hati yang tenang menyadari cinta sebagai pusat diri kita, sebagai perekat dalam berrelasi dengan orang lain. Cinta memampukan kita untuk tertarik, bersimpati dan berbela rasa pada orang lain. Dengan cinta kita tidak akan tega Melakukan penyimpangan
Perjalanan hidup ini dan apa yg berada di sekiling kita haruslah berkah. Berkah ialah tersebarnya kebaikan ilahiah ( ketuhanan ) dalam apa yg kita lakukan, dalam apa yg berada di sekitar kita. Kalau sudah penuh dengan kebaikan.¡Ä. Seorang yg telah memiliki integritas diri, memiliki visi hidup yg jelas, akan bisa menapaki jalan hidup ini dengan baik
Kesadaran akan ketegasan bermaknakan tegas terhadap nilai yang kita pegang sebagai orang beriman. Ketegasan tersebut mendorong kita untuk setia pada kebenaran yang kita yakini sebagai insan beriman. Ketegasan berarti mengatakan tidak terhadap kezaliman, kekerasan dan ketidakadilan yang diperlakukan pada dirinya dan orang lain yang ada di sekitarnya.
Ada beberapa tips yang harus dijaga dalam membangun integritas diri Untuk membangun integritas dan karakter yang kokoh, diperlukan 7 kebiasaan yang harus dilakukan secara sadar dan konsisten :
1. Selalu menepati janji
2. Taat asas, tidak plin-plan
3. Komitmen dipegang teguh dan bertanggungjawab
4. satu kata, satu perbuatan
5. Jujur dan terbuka
6. Menghargai waktu
7. Menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini
Kesadaran akan kelemahan dan kekuatan mendorong kita untuk berani mengakui kelemahan dan kekuatan kita. Kelemahan kita perbaiki dan kekuatan menjadi sumbangan indah bagi sesama yang lain. Dengan penyadaran integritas diri tersebut, kita akan berani mengakui diri sebagai pribadi utuh.
Integritas diri tidak akan terbentuk kalau dirinya tertarik/tarik- menarik ke segala-arah akibat ingin membentuk jati diri/integritas diri dari suatu konsep yang sudah ada. Pelanggaran atas apa yang diperintahkan hati nurani, berarti pelanggaran terhadap integritas diri kita sendiri.
--
Best Regard
Erwin Arianto,SE
Selama ini kita melakukan bentuk kepasrahan takkala suatu keinginan yang sedang kita usahakan mengalami kebuntuan total. Dan biasanya hal ini sangat dipengaruhi oleh filosofi umum yang telah beredar melekat di masyarakat yaitu bekerja dan berdoa, jangan hanya pasrah...! pasrah tidak akan merubah hidupmu... Dan biasanya doktrin ini diikuti dengan ayat "allah tidak akan merubah suatu kaum...dst. Sekilas memang benar tetapi sekilas bisa juga membikin orang frustrasi. Sering kita dengar...aku sudah berusaha sedemikian rupa dan berdoa tetapi hasilnya itu-itu juga... entah harus bagaimana lagi...pasrah. ..Akhirnya pasrah tidak lebih dari sekedar bentuk pelarian kegagalan hidup.
Bagaimana sih sebenarnya berpasrah dan berdoa itu ? hal awal yang wajib diketahui adalah kepada siapa kita berpasrah- berserah diri ( Islam ) dan berdoa ? apa sih sebenarnya pasrah dan doa ?..apa benar pasrah dan doa itu sesuatu yang berlainan ?
Kalau kita menyekolahkan anak tentu yang diperlukan adalah di mana tempat belajar tersebut, siapa gurunya,kredibilita s sekolah, kurikulum basis kompetensi yang membuat anak menjadi dirinya sendiri atau kurikulum obsolet yang hanya mencetak robot "cerdas" dan tentu berapa masalah biaya pendidikan. Setelah tahu semua barulah dengan segala persyaratan dan pertimbangan kita masukkan anak ke sekolah tersebut. Lantas setelah itu apa ? ya pasrah dong pada proses pengajaran ...biarkan sistem pendidikan yang membuat anak kita menjadi cerdas, unggul dan mandiri.
Tapi dasar orang tua...terkadang selalu timbul kekhawatiran tentang keadaan anaknya di sekolah. Apakah ia mampu mengikuti pelajaran, nakal nggak ya ? di jahili temannya nggak ? kalau istirahat makan yang higenis apa kotor ? pakai narkoba ? pacaran melulu...uuhh. ..dan seribu pertanyaan dan alasan cerewet untuk membenarkan pikiran liar. Sekilas pikiran ini benar karena sudah di"amien"i sebagian besar orang tua. Sebenarnya pada tingkat tertentu bila pikiran ini dituruti menjadi tindakan akan membuat si anak risih, terbatasi dan frustasi karena banyaknya tuntutan yang dilandasi ketidakpercayaan orang tua. Si orang tua lupa akan pilihannya sendiri. Dengan kata lain ia ingkar, kafir ( tercover ) terhadap sesuatu yang sebenarnya telah ia ketahui yaitu sistem pendidikan dan kredibilitas sekolah.
Gambaran di atas menyerupai betapa sebenarnya kita tiap hari terlibat dengan masalah ini. Dan yang bikin repot karena 'anak dan orang tua' satu adanya yaitu berada dalam diri kita sendiri. Sering kita berdoa,bersyahadat( taraf berikrar ucap dan berpaham,bukan bersaksi), sholat dan lain -lain tetapi sesungguhnya semua itu berangkat dari ketidak percayaan. Ibarat mobil nge gas full..nge rem juga full..jadinya mesin berderum keras tapi nggak jalan. Akhirnya rusak deh..padahal belum sampai tujuan.Dan hebatnya tanpa terasa kita telah menahbiskan diri seolah-olah telah menjadi golongan orang beriman karena telah merasa masuk pada kendaraan yang benar. Atau mungkin kita memang senang dengan kualitas main-main yang penting sisi psikologis terpenuhi. Yang penting sudah masuk mobil..entah perkara nyampai tujuan urusan belakang .Kok kayaknya mending naik mobil-mobilan di timezone aja...tinggal masukkan koin, "jalan" deh...
Kesalahan besar terhadap pemaknaan kata pasrah, adalah pasrah kita identikkan dengan pasif, apatis dan sifat-sifat yang berkonotasi kekalahan. Pasrah yang kita anut sampai saat ini adalah memosisikan diri sebagai subjek keakuan. Padahal dari sudut terminologi kekhalifahan kita ini adalah objek. Dengan kata lain kita dalah objek yang dipasrahi oleh subjek ( Allah )untuk mengatur bumi dan menggunakannya. Dengan demikian kita akan tahu posisi diri sendiri.
Contoh secara singkatnya-dalam bahasa saya-Allah berkata melalui berbagai ayat tersirat dan tersurat...Dod. .kamu Aku utus di dunia ini sebagai pelengkap yang lain...tugasmu meneruskan Nabi Daud As sebagai musisi untuk menunjukkan betapa Aku suka keindahan dan dengan keindahan-keindahan itulah hamba-hambaKu akan lebih kangen terhadapKu.. .maka sikap saya ketika "dipasrahi" tugas ini adalah berlatih bermain musik dengan baik, sekolah musik, mencari literatur-literatur yang mendukung peningkatan kualitas musik, ber jam session, membuat karya syair-syair terbaik, membuat komposisi, dan sebagainya agar pada akhirnya tugas kekhalifahan ini tersampaikan.
Dengan pemaknaan pasrah seperti ini kita akan menjadi sosok manusia yang berkualitas dan professional karena kita telah bersyahadat terhadap pohon kejadian hidup kita sendiri. Secara otomatis gerak pasrah akan dilandasi sikap semangat hidup dan etos kerja yang tinggi. Kita tidak akan berani main-main dengan tugas yang telah dipasrahkan karena kita telah tahu siapa yang memberi tugas ini.
Demikian juga dengan kata doa yang seringkali kita artikan dengan meminta. Padahal doa adalah sebuah prinsip menggatungkan hidup hanya pada Allah...bersandar sepenuhnya ... memasrahkan ... menyerahkan. Tetapi yang sering terjadi ya..itu tadi...gas full..rem full...Kita berdoa dengan mulut mengucapkan segala permintaan kepada Allah tetapi hati dan otak kafir, mengingkari kemampuan, kecerdasan, kredibilitas dan kebesaranNya. Hati dan otak kita lebih tertambat pada kredibilitas atasan, relasi-relasi, jaringan-jaringan dan bendera-bendera. Sehingga ketika yang diharapkan datang, mata kita akan buram karena tidak tahu sebenarnya itu sebuah berkah dari doa atau hanya istidraj ( siksa yang terbungkus nikmat ).
Lantas bagaimana cara mendapatkan bentuk pasrah sesungguhnya agar mengetahui tugas masing-masing inidu ? jawabannya ya...wukuf di Padang Arafah...wah. .berarti cuman orang kaya doang yang bisa ginian...tidak! yang dimaksud wukuf di Padang Arafah adalah berdiam ( wukuf ) di Padang penyaksian ( arafah ). wukuf memang hanya diam, nggak ngapain-ngapain. Apa semudah itu ? mungkin sekilas kita bisa diam seperti anak TK yang di iming-imingi bu guru..hayo.. .siapa yang bisa diam paling lama boleh pulang duluan..( padahal logikanya yang pulang duluan adalah anak yang paling singkat diamnya, sebab dia lari beranjak pulang sedangkan yang lain masih diam di tempat ). Itulah otoritas bu guru.
Diam tidak hanya sebatas wadag badan, tetapi hati dan pikiran juga...tentu dalam Islam metode utama untuk ini adalah sholat. Dalam diam pada suatu fase akan terjadi yang namanya sami'na wa atha'na. kita akan dipahamkan dengan kejadian diri sendiri, positioning diri. Diam ibarat mengendapkan air keruh kehidupan yang bergejolak agar secara perlahan segala kekayaan lautan kehidupan yang berada di dasar samudra mulai tampak. Dan kekayaan itulah yang dipasrahkan kepada kita untuk di tebarkan keseluruh bumi dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian kita akan menjumpai ayat... bertebaranlah kamu dimuka bumi usai mengerjakan sholat... Dengan demikian kita akan benar-benar punya bahan yang akan ditebarkan sebagai rahnmat.Dengan diam kita tidak salah ambil terhadap kebutuhan yang cocok dengan kondisi diri kita.Karena diam adalah permata ilmu.
apa yang terjadi bila kita mengambil kekayaan lautan itu tanpa diam mengendapkan hati dan pikiran ? tentu persis seperti pasien salah ambil obat di kotak P3K walaupun si pasien ngotot mengklaim ini adalah obat yang diberikan dokter secara sah.
Suatu misal, saya dilahirkan dengan tubuh kecil, mudah berperasaan, dan suka estetika. Ini adalah pohon kejadian saya. tetapi seiring perjalanan waktu saya dilupakan oleh realitas ini. Karena kondisi sosial tiba-tiba saya ingin tampil bak pahlawan dengan image gagah dan tegas membara. Dengan wacana yang masuk di kepala, saya mulai lupa bahwa saya seorang yang kurus kecil, berestetika dan suka kedamaian. wacana-wacana itu seakan-akan membuat saya bangkit membuat sebuah revolusi. kemudian dalam kelupaan jati diri, saya berikrar dan berjuang disertai dengan keyakinan doktrin yang masuk di kepala dengan selalu mengimajinasikan diri bahwa saya adalah pahlawan pembela kebenaran bak superman.
Tetapi selanjutnya apa yang akan terjadi? Dapat ditebak bahwa dalam realitas medan laga selalu kalah karena musuh saya berbadan besar, gesit dan masif. Dan kalaulah selalu dipaksakan pengimajinasian citra diri ini walaupun kenyataannya selalu kalah, maka lambat laun saya hanya bisa menjadi seorang pecundang yang selalu mencari pembenaran tentang kegagalan ini. Hari-hari selalu menjadi katak dalam tempurung, narcis dan buta mata terhadap realitas.
Sebenarnya kekalahan saya adalah tidak mampu memosisikan diri sendiri. Walaupun dalam imajinasi saya adalah orang yang berjalan diatas rel kebenaran tetapi realitas batin selalu tersiksa, mudah curiga dan tiba-siba sering susah bernafas. kata nabi tidak mampu menjalani perang besar melawan hawa nafsu.
Seandainya saya mengendapkan hati dan fikiran dengan benar maka pohon kejadian ini akan mulai tampak lagi dan kemudian dengan dengan sendirinya ia akan mencari pasangannya yang berada di dasar samudra nan bening.
Mungkin sesuai dengan kondisi "gawan bayi" saya akan mengambil tugas sebagai seniman, tehnolog, atau pekerja kemanusiaan dan tidak sekali-kali berniat menjadi petinju kelas berat atau masuk TNI. Dan pada akhirnya perjuangan saya lebih efektif, non destruktif, lapang dada, enjoy dan lebih dapat dinikmati masyarakat luas.
Jadi sekarang tinggal berpasrah dan berdiam diri dengan pemahaman yang sama sekali baru. Bisa lima waktu sehari atau bahkan 24 jam on terus. Masalahnya kita ini berpasarah dan berwukuf di Padang Arafah ditujukan kepada siapa ? kepada sebatas pemahaman... gambaran- gambaran. ..nama-nama. ..atau Zat pemilik nama itu sendiri...?
Wallahualam.
Wassalam
Source :
From: DODY ISKANDAR dinata
Subject: KEWAJIBAN PASRAH DAN DIAM
Jakarta - Microsoft disinyalir akan mempercepat peluncuran Windows 7, dari semula tahun 2010. Sistem operasi penerus Vista ini disebut-sebut akan 'lahir' di pertengahan 2009.
Microsoft dikabarkan juga telah mengapalkan kode validasi Windows 7 berbahasa Inggris kepada para mitra kunci, dalam versi 32-bit dan 64-bit. Demikian dilansir APCmag, yang dikutip detikINET, Jumat (25/1/2008).
Kapan versi alpha ataupun versi betanya diluncurkan, pun belum ada penjelasan. "Kami tengah menggarap pengembangan Windows 7, sistem operasi kami yang berikutnya bersama para mitra dan pelanggan. Kami belum bisa memberikan informasi tambahan saat ini karena kami sedang fokus pada pelanggan untuk mendapatkan masukan dari penggunaan Vista," jelas juru bicara Microsoft.
Sebagai langkah persiapan, informasi tentang Windows 7 dijanjikan akan diberikan seawal mungkin kepada para produsen hardware maupun konsumen untuk mengetahui fitur-fiturnya.
Windows 7 merupakan sistem operasi teranyar Microsoft yang diposisikan sebagai suksesor Vista. Windows 7 juga dikenal dengan nama kode Vienna, dari sebelumnya yang bernama kode Blackcomb.
Jika benar Windows 7 akan dirilis di pertengahan tahun 2009, ini berarti hanya berjarak 3 tahun dari peluncuran Windows Vista yang rilis pada November 2006.
Mengingat Vista tidak sesukses yang diharapkan bagi produsen komputer karena tak banyak konsumen yang mau beralih ke Vista karena alasan kompabilitas, spesifikasinya yang terlalu tinggi dan fiturnya yang dinilai kurang 'bersahabat', apakah Windows 7 mampu menggebrak pasar? Kita lihat saja...
sumber : www.detik.com
Internet bisnis? apakah bisa membuat kaya?
Diposting oleh Haryo | 12:02 PM | Artikel, Bisnis | 1 komentar »Menurut Robert G. Allen www.robertgallen.com terdapat empat
kendaraan yang bisa membuat seseorang sukses secara finansial terlepas dari apapun pekerjaan utamanya. Ke empat kendaraan ini, adalah:
1. Internet
2. Bussines
3. Properti
4. Saham
Secara khusus, karena yang sedang saya coba untuk pelajari dan lakukan adalah bidang internet, maka saya hanya akan menguraikan tentang kendaraan pertama yaitu Internet.
Pernahkah anda mendengar ada orang yang sukses di dunia maya?
sebagian orang menyebutnya dengan internet bisnis, bisnis online,
internet marketing, webstore, toko online, dsb.
Tapi pada intinya adalah bisnis yang dipasarkan melalui internet akan menjangkau target pasar GLOBAL dan inilah salah satu kendaraan yang cocok yang bisa menjadikan seseorang itu sukses secara finansial.
Nah, pertanyaannya apa sih internet bisnis itu? Sebenarnya bisnis internet ini adalah bisnis yang sama yang sering kita lihat di luar sana.
Yang membedakan hanyalah, di bisnis internet ini menggunakan media internet sebagai sarana promosi juga distribusi penjualan.
Jadi sederhananya, para pelaku di bisnis internet ini biasanya memiliki website atau situs penjualan yang isinya memamerkan barang atau jasa yang mereka jual.
Karena menggunakan media internet maka setiap pengunjung dimanapun berada bisa dengan mudah melihat setiap produk atau jasa yang dijual.
Dan jika tertarik, maka customer bisa memesan barang atau jasa yang ditawarkan tersebut secara online.
Sementara pembayarannya bisa dengan cara transfer untuk bank-bank di Indonesia atau bisa juga secara autopilot dengan debit kartu kredit menggunakan merchant seperti paypal.com, 2CO.com, dan sebagainya untuk target luar negeri.
Nah, jika Anda menggunakan media internet sebagai sarana untuk berjualan, maka Anda pun bisa disebut sedang menjalankan internet bisnis.
Dengan kata lain, jika Anda menjual apapun juga (produk atau jasa) melalui media internet maka Anda dikatakan sedang menjalankan internet bisnis.
Ada beberapa kelebihan menjalankan bisnis internet ini,yaitu:
1.Jangkauannya adalah Pasarnya GLOBAL
Dengan memasarkan apapun produk yang ingin Anda jual melalui media internet maka pasarnya sangat luas. Jika Anda mau, maka produk Anda bisa Anda pasarkan sampai seluruh dunia. Tentunya untuk tahap pertama, Anda bisa "menembak" target pasar secara khusus dulu.
Misalnya di Indonesia, Singapura, Hongkong, dsb.
Namun pada intinya, internet bisa memungkinkan produk Anda bisa
dikenal sampai seluruh dunia
2. Modal lebih kecil
Ya benar sekali, modal untuk memulai bisnis internet ini sangat kecil jika dibandingkan dengan bisnis waralaba atau bisnis konvensional pada
umumnya.
Mengapa?
karena Anda tidak memerlukan toko, kantor seperti bisnis pada umumnya. Anda pun pada awalnya tidak memerlukan karyawan dalam jumlah banyak. Anda bisa menjalankan bisnis ini di kantor, di rumah makan, di kendaraan, di rumah, atau di manapun tempat yang penting ada koneksi internetnya.
Modal untuk memulai internet bisnis ini, mulai dari 250 ribu per
tahun untuk membeli domain+hosting.
Sementara untuk biaya operasional bulanan, lebih kepada biaya
promosi dan biaya akses internet.
Dengan penjelasan diatas itulah yang membuat internet bisnis
memiliki kelebihan lain yaitu:
3. Sistem bekerja 24 jam sehari 7 hari seminggu
Dengan memiliki situs penjualan, itu ibaratnya Anda memiliki sebuah
toko yang memamerkan barang atau jasa yang anda jual.
Hebatnya, toko tersebut terus buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu
Sebagian besar para pelaku di bisnis internet ini, menggunakan
sistem autopilot.
Sebagai contoh, mereka menggunakan sistem follow up
AUTORESPONDER melalui email kepada para pengunjung situsnya secara
otomatis, tanpa dia harus terus menerus berhadapan dengan komputer.
Ada sistem pemesanan produk yang secara otomatis "terlayani" dengan
cepat. Begitu melakukan pemesanan, akan ada laporan yang dikirim ke
email pemesan dan tentunya email si owner.
Menggunakan sistem pembayaran otomatis seperti debit kartu kredit.
Dengan sistem seperti ini, maka Anda tidak perlu membayar karyawan
kan untuk memantau bisnis Anda :)
4. Teknik promosi yang murah
Ada banyak cara mempromosikan produk dan jasa Anda di internet dari
yang gratisan sampai yang berbayar semuanya itu ada. Biaya promosi
berbayar setiap bulannya mulai dari Rp 100-150 ribu rupiah sd tak terhingga
Hal lain yang merupakan kelebihan menjalan internet bisnis ini
adalah,
5. Bisa dijalankan di luar aktivitas pekerjaan utama Anda / part time
Karena sudah berjalan secara otomatis, maka Anda hanya perlu waktu 1-2 jam setiap harinya untuk mengontrol bisnis Anda. dan itu sudah lebih dari cukup:)
Terus bagaimana cara kerjanya?
Sederhana kok, misalnya Anda punya produk atau jasa yang ingin anda
jual lalu Anda buat website atau blog.
Lalu Anda mempromosikan website Anda supaya terjadi kunjungan.
Jika ada pengunjung yg datang ke situs Anda dan tertarik untuk
membeli produk Anda maka mereka akan menghubungi Anda bisa melalui
email, call atau bertemu langsung.
Kemudian langkah selanjutnya si pengunjung akan mentransfer biaya
produk (biasanya untuk bank-bank di indonesia). Setelah itu, Anda
akan mengirimkan produknya.
Selesai.
Sekalipun sederhana, namun ada penjelasan langkah demi langkahnya
secara detil. Namun yang mesti diingat bahwa bisnis internet tak semudah yang kita bayangkan!
Seorang tua yang tak berpendidikan tengah mengunjungi suatu kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan di sebuah dusun di pegunungan yang terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya, dan kini sedang menikmati kunjungan perdananya ke rumah anak-anaknya yang modern.
Suatu hari, sewaktu dibawa berkeliling kota, orang tua itu mendengar suara yang menyakitkan telinga. Belum pernah dia mendengar suara yang begitu tidak enak didengar di dusunnya yang sunyi. Dia bersikeras mencari sumber bunyi tersebut. Dia mengikuti sumber suara sumbang itu, dan dia tiba di sebuah ruangan di belakang sebuah rumah, di mana seorang anak kecil sedang belajar bermain biola.
"Ngiiik! Ngoook!" berasal dari nada sumbang biola tersebut.
Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan "biola", dia memutuskan untuk tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yang mengerikan tersebut.
Hari berikutnya, di bagian lain kota, orang tua ini mendengar sebuah suara yang seolah membelai-belai telinga tuanya. Belum pernah dia mendengar melodi yang begitu indah di lembah gunungnya, dia pun mencoba mencari sumber suara tersebut. Ketika sampai ke sumbernya, dia tiba di ruangan depan sebuah rumah, di mana seorang wanita tua, seorang maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya.
Seketika, si orang tua ini menyadari kekeliruannya. Suara tidak mengenakkan yang didengarnya kemarin bukanlah kesalahan dari biola, bukan pula salah sang anak. Itu hanyalah proses belajar seorang anak yang belum bisa memainkan biolanya dengan baik.
Dengan kebijaksanaan polosnya, orang tua itu berpikir bahwa mungkin demikian pula halnya dengan kepercayaan atau agama. Sewaktu kita bertemu dengan seseorang yang menggebu-gebu terhadap kepercayaannya, tidaklah benar bagi kita untuk menyalahkan agamanya. Itu hanyalah proses belajar seorang pemula yang belum bisa memainkan agamanya dengan baik. Sewaktu kita bertemu dengan seorang bijak, seorang maestro agamanya, itu merupakan pertemuan indah yang menginspirasi kita selama bertahun-tahun, apa pun kepercayaan mereka.
Namun ini bukanlah akhir dari cerita.
Hari ketiga, di bagian lain kota, si orang tua mendengar suara lain yang bahkan melebihi kemerduan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut Anda, suara apakah itu? Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan pada musim semi, melebihi indahnya suara angin musim gugur di sebuah hutan, melebihi merdunya suara burung-burung pegunungan yang berkicau setelah hujan lebat.
Bahkan melebihi keindahan hening pegunungan sunyi pada suatu malam musim salju. Suara apakah gerangan yang telah menggerakkan hati si orang tua melebihi apa pun itu?
Itu suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni.
Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah, pertama, setiap anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya masing-masing; dan kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.
"Mungkin ini sama dengan agama," pikir si orang tua. "Marilah kita semua mempelajari hakikat kelembutan agama kita melalui pelajaran-pelajaran kehidupan. Marilah kita semua menjadi maestro cinta kasih didalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain, seperti halnya para anggota sebuah orkestra, bersama-sama dengan penganut agama lain dalam sebuah harmoni!"
Itulah suara yang paling indah. Semoga.....
Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.
Kasus 1
Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segerapimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.
Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.
Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.
Kasus 2
Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.
Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!
Kasus 3
Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini.
Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari keluhan pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".
Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Solution), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.
Sumber : milis Manager Indonesia





